Kamis, 26 Desember 2019

KUBA (Kue Basah) 4.0


KUBA (Kue Basah) 4.0
Oleh: Hidayatul Azqia

Indonesia memiliki ribuan pulau yang terbentang dari sabang sampai merauke, dimana setiap pulau memiliki puluhan suku dan tradisi. Keunikan semacam ini tidak akan pernah dimiliki oleh bangsa manapun di dunia, sehingga tidak heran jika setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang membuat orang terkagum-kagum dengan kearifan lokal yang dimilikinya, mulai dari tempat wisata, tarian tradisional, ritual-ritual adat, makanan khas, bahkan memiliki jajanan khas yang memiliki cita rasa yang lezat dan nikmat. Sehingga setiap wisatawan yang telah berkunjung dari daerah manapun di Indonesia tidak lengkap rasanya tanpa membawa buah tangan khas daerah tersebut.Data menunjukkan ada sekitar 26.293 macam jajanan tradisional yang telah diketahui dan masih ada jajanan tradisional yang belum dikenal secara luas. 

Begitupula UMKM di Indonesia, banyak makanan ataupun jajanan khas daerah yang diproduksi oleh UMKM atau Industri Rumahan. Saat ini UMKM di Indonesia memiliki peranan pada perekonomian yang cukup besar. Menurut data BPS di tahun 2014, jumlah UMKM di Indonesia sebesar 57,89 juta unit atau 99,9% dari total jumlah pelaku usaha nasional. Menurut Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan bahwa saat ini UMKM menyumbang 60,34% terhadap terhadap PDB negara. Hal tersebut menunjukkan bahwa UMKM memiliki peranan yang cukupbesar terhadap perekonomian di negara Indonesia.

Di era globalisasi ini, perdagangan bisa dilakukan lebih leluasa. Di Indonesia, sudah banyak produk-produk dari negara lain yang beredar di Indonesia. Padahal, Indonesia memiliki berbagai sumber daya alam yang seharusnya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Dengan banyak nya produk dari luar negri yang beredar di Indonesia, produk-produk lokal harus bisa bersaing dengan produk dari luar negri tersebut. Tentu nya, hal ini bisa menjadi ancaman bagi para pelaku UMKM di Indonesia.

Selain itu, ada beberapa permasalahan yang menyebabkan UMKM di Indonesia belum bisa bersaing dengan produk-produk luar negri. Setidaknya, ada tiga alasan yaitu permodalan, inovasi, dan pemasaran. Tidak sedikit UMKM yang menginginkan untuk mengembangkan usaha nya, namun terkendala pada modal. Untuk saat ini, sudah banyak lembaga-lembaga yang menyediakan bantuan terkait dengan permodalan untuk UMKM.

Selain modal, UMKM di Indonesia masih kurang dari sisi inovasi dan pemasaran. Kedua hal ini berkaitan pula dengan modal. Jika UMKM memiliki modal yang cukup, tentu nya para pelaku UMKM bisa meningkatkan inovasi dan pemasaran produk nya. Inovasi yang harus dilakukan baik dari sisi produksi maupun pemasaran nya. Produk yang dihasilkan harus inovatif, misalnya kemasan produk nya bagus dan harga yang kompetitif. Selain itu pemasaran yang dilakukan pun harus inovatif. Di era digital saat ini, penyebaran informasi bisa sangat cepat. Hal ini bisa menjadi peluang bagi para pelaku usaha untuk memasarkan produk nya secara online.

Tidak sedikit, para pelaku UMKM yang masih belum melek akan media digital yang dapat digunakan untuk memasarkan produk yang dihasilkan. Kebanyakan dari mereka masih berfokus pada bagian produksi dan memasarkan produk nya secara offline. Sehingga produk yang dihasilkan kurang dikenal oleh masyarakat secara luas. Berbeda dengan produk luar negri yang sudah bisa masuk ke pasar Indonesia.

Menurut Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melansir sebanyak 3,79 juta usaha UMKM sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Jumlah ini berkisar 8% dari total pelaku UMKM di Indonesia. Hal ini menunjukkan pemasaran UMKM masih bisa dioptimalkan. Sehingga penjualan para pelaku usaha ini bisa meningkat melalui pemasaran di platform online.

Setelah penulis menelusuri ada banyak jajanan khas dari setiap daerah yang belum banyak di ketahuikarena memang tidak untuk dijual.Namunjika dijual, penulis yakin akan bisa meraup rupiah yang lumayan menjanjikan. Apalagi sekarang dunia telah memasuki masa revolusi industry 4.0, sebagaimana yang kita ketahui dan lihat telah banyak bermunculan teknologi-teknologi baru yang sangat mencenganggkan.Masyarakattelah terbawa oleh arus zaman yang menenggelamkan kearifan lokal yang mulai dilupakan. 

Era revolusi industri4.0 tentu menimbulkan segala kemudahan dan tentunya beriringan dengan menimbulkan kesulitan pula. Dengan adanya teknologi, segala aktifitas menjadi mudah dan cepat, namun disisi lain perkembangan zaman ini membuat sulit ibu-ibu yang kelahirannya jauh di atas generasi millennial untuk mendapatkan pekerjaan, disebabkan skill yang dimiliki tidak mampu bersaing di pasaran. Apalagi ibu-ibu yang tingal di pedesaan mereka hanya bisa melakukan pekerjaan dengan hasil yang tidak memuaskan. Jika ditelusuri dalam kenyataanya mereka mampu mengahasilkan produk yang mampu bersaing di pasar dan memang sedang dicari oleh banyak orang, yakni mereka mampu memproduksi jajanan khas daerah yang tidak semua orang mampu memproduksinya.  Namun sayangnya jajanan khas yang diproduksi tidak untuk dijual, kalau pun dijual tidak dalam skala banyak dan dibuat untuk acara-acara tertentu saja.

Oleh sebab itu melihat tantangan dan peluan diatas dibutuhkan campur tangan generasi millennial untuk membantu ibu-ibu yang mampu memproduksi jajanan khas daerah ini untuk di kenal dan dipasarkan, maka kami ingin menjadi perantara bagi ibu-ibu dangan konsumen yang sering mengadakan kegiatan. Setiap kegiatan pastinya membutuhkan konsumsi yang dalam hal ini adalah snack kotak yang praktis. Penulis akan membuat suatu aplikasi yang mudah diakses oleh siapapun karena di era digital ini, gadget sudah menjadi kebutuhan primer sebagian besar orang. Dengan aplikasi ini konsumen akan mudah menemukan jajanan tradisional di seluruh Indonesia. Dimana aplikasi ini mirip sebuah aplikasi penjualan online yang telah menyajikan aneka jajanan tradisional khas nusantara.
Aplikasi ini akan membantu ibu-ibu untuk dalam meningkatkan penjualan usaha nya.Karena penulis akan membrand produk dengan menarik yang mampu bersaing di pasar. Sehingga kearifan lokal tidak akan tenggelam dengan hadirnya revolusi industri 4.0. Namun akan bersinergi yang menghasilkan kebermanfaatan bagi banyak orang.

Aplikasi yang akan dibuat dengan konsep mewadahi para pelaku usaha industri rumahan yang memproduksi jajanan khas di setiap daerah di Indonesia. Aplikasi yang dibuat bernama KUBA 4.0. Dengan dibuatnya aplikasi ini, harapan nya penjualan dari industri rumahan jajanan/makanan khas tradisional indonesia bisa meningkat. Para pelaku usaha industri rumahan, hanya berfokus dibagian produksi dan inovasi terhadap produk yang dibuat yaitu jajanan khas daerah, mulai dari varian rasa hingga kemasan yang dibuat lebih profesional dan menarik.

Kami selaku pengembang aplikasi berfokus pada pemasaran terhadap produk olahan yang dihasilkan oleh industri rumahan tersebut. Kami akan membantu menyalurkan produk olahan tersebut ke berbagai konsumen. Kerjasama yang dilakukan oleh kami dan mitra yaitu dengan skema bagi hasil. yang dimana ketika ada pesanan KUBA 4.0 makan pembuatan jajanan khas akan kami serahkan kepada mitra-mitra kami. Mitra kami adalah para produsen jajanan-jajanan indonesia yang bergerak dibidang UMKM / Home Indusrtry. Proses pencarian mitra kami adalah berawal dari pengumpulan data, kemudian para mitra mengirimkan tester produk mereka untuk kami kurasi., kami memilih jajanan yang terbaik. Kemudian kami melakukan survey tempat produksi apakah ayak atau tidak.

Dengan ada KUBA 4.0 ini, besar harapan kami menjadi solusi dalam mengembangkan makanan/jajanan khas indonesia agar semakin dikenal. Dan menjadi solusi untuk para ibu-ibu, UMKM, ataupun Industri rumahan dalam meningkatkan produk dan pendapatanya.  Dibalut dengan akad syariah maka lengkaplah sudah, KUBA 4.0 sebagai pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang dapat mengangkat nama indonesia.





#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara



#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara
#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara


Referensi :
http://goukm.id/apa-itu-ukm-umkm-startup/
https://biz.kompas.com/read/2018/04/24/193853228/gandeng-marketplace-pemerintah-ajak-umkm-indonesia-mulai-berjualan-online
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3581067/umkm-sumbang-60-persen-ke-pertumbuhan-ekonomi-nasional
https://cookpad.com





Tidak ada komentar:

Posting Komentar