Kamis, 26 Desember 2019

PEMBENAHAN SUPLLY CHAIN MAKANAN DENGAN PENTA HELIX; DAERAH PERCONTOHAN PAYAKUMBUH SUMATRA BARAT


PEMBENAHAN SUPLLY CHAIN MAKANAN DENGAN PENTA HELIX; DAERAH PERCONTOHAN PAYAKUMBUH SUMATRA BARAT
Renaldi Septiawan1,
Hidayatul Azqia2, Leniari3
1STEI Tazkia
Purwakarta
081291315566/renaldiseptiawan1997@gmail.com
2STEI Tazkia
Lombok Timur
081770767022/idaazkia12@gmail.com
3STEI Tazkia
Riau, Pekanbaru
082286509276/leni98tanjung@gmail.com

Abstrak
            Ambisi Indonesia menjadi Global Halal Hub khusunya pada produk-produk halal ternyata bertolak belakang dengan kenyataannya. Secara pasar memang Indonesia adalah yang terbesar namun Indonesia bukan pemain Indusri terbesar. Tentunya hal ini disebabkan oleh beberapa hal diantaranya, kurangnya promosi, sulitnya proses sertifikasi dan belum terbangunnya supply chain yang baik. Maka tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan metode penta helix dalam pembenahan supply chain makanan dengan mengambil daerah Payakumbuh, Sumatra Barat sebagai daerah percontohan. Adapun tulisan ini disusun berdasarkan sumber literasi dari berbagai jurnal, website dan lain sebagainya yang terkait dengan topik pembahasan . Dalam tulisan ini menjelaskan tentang sistem kerja metode penta helix dalam pembenahan supply chain produksi rendang di daerah Payakumbuh Sumatra Barat guna mendukung tujuan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
Kata Kunci: Industry Halal, Supply Chain, Penta helix, Payakumbuh



Abstract
Indonesia's ambition to become a Global Halal Hub especially in halal products is in contrast to reality. In terms of market, Indonesia is the biggest, but Indonesia is not the biggest industrial player. Of course this is caused by several things including, lack of promotion, difficulty of certification process and lack of a good supply chain. So this paper aims to explain the penta helix method in improving food supply chain by taking the Payakumbuh area, West Sumatra as a pilot area. The writing is based on literacy sources from various journals, websites and others related to the topic of discussion. In this paper, it explains the working system of the penta helix method in improving the rendang production supply chain in the Payakumbuh area of ​​West Sumatra to support the government's goal of making Indonesia the center of the world's halal industry.
Keywords: Halal Industry, Supply Cahin, Penta helix, Payakumbuh




Pendahuluan            
           Ambisi Indonesia menjadi Global Halal Hub khusunya pada produ-produk halal ternyata bertolak belakang dengan kenyataannya. Secara pasar memang Indonesia adalah yang terbesar namun Indonesia bukan pemain Indusri terbesar. Maka untuk mendorong hal itu pemerintah pada tahun 2014 mengeluarkan Undang-Undang No. 33 Tentang Jaminan Produk Halal.  Undang-Undang ini mewajibkan semua produk halal yang ada di Indonesia atau masuk dan diedarakan di Indonesia mengantongi sertifikasi halal, tentunya guna mengejar ambisi tersebut untuk menjadi pemain yang signifikan di industri halal global.
           Kondisi industri halal global saat ini cukup besar, ada 1,8 Milyar populasi muslim di dunia dengan belanja produk halal sebagai berikut, tercatat di tahun 2017 USD 2.107 miliar, sektor-sektor  pengeluaran tersebut mencakup keuangan syariah dengan USD 2.438 miliar, makan dan minum halal sebesar USD 1303 miliar, busana muslim USD 270 miliar, halal media USD miliar dan halal trevel USD 177 miliar. Sedangkan posisi Indonesia pada tahun 2018 berada pada rangking 10 besar dunia setelah berhasil mengeser brunei Darussalam trutama lewat kekuatan halal food atau makanan dan minuman halal dengan sekor 45. Jika kita bandingkan dengan negara tetangga yang sudah menjadi juara 5 tahun berturut-turut untuk Global Islamic Economic indicator yakni Malaysia sekornya 127, jadi posisi Indonesia tertinggal cukup jauh.

Pembahasan
           Indonesia perlu mengejar ketertinggalan tersebut dengan memiliki kesempatan yang sangat besar karena bangsa ini memiliki populasi muslim terbesar didunia dari sini memungkinkan Indonesia untuk memposisikan diri sebagai pemain industri halal yang terbesar didunia atau dengan kata lain menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal global. Setelah ditelusuri penyebab Indonesia belum menjadi pemain nomor satu di industri halal diantaranya:
1.   Kurangnya promosi, karena bagaimana mungkin orang akan mengetahui potensi yang kita miliki jika tidak ada promosi yang baik.
2.   Proses sertifikasi halal yang sangat rumit dan sulit. Pemerintah mewajibkan semua produk halal yang ada di Indonesia atau masuk dan diedarakan di Indonesia mengantongi sertifikasi halal sedangkan para pelaku industri banyak yang belum paham proses dari sertifikasi halal yang telah ditetapkan oleh pemerintah yang begitu rumit.
3.   Supply chain, artiya dari hulu ke hilir harus halal, ekosistemya harus terbangun dari awal  misalnya produk jadi (ayam goreng halal) dari ayamnya harus dijamin halal. Sementara  di Indonesia sistemnya belum terbangun sedemikian rupa.
           Dari sekian sektor industry halal, Indonesia menjadi pangsa pasar terbesar atau yang paling potensial adalah industry pasar makanan dan minuman halal dunia, Indonesia belanjanya paling besar diantara negara-negara lain yaitu USD 170 miliar, sementara eksportirnya sendiri ternyata berdasarkan data dari dubai Islamic economic devplopment center pada tahun 2016 eksportir makanan halal utama dunia itu justru dari negara non muslim yaitu brazil dan Australia. Ini merupakan tantangan bagi Indonesia bagaimana bisa mengambil alih posisi tersebut untuk mewujudkan cita-cita sebagai pusat makanan dan minuman halal dunia karena selain memiliki pangsa pasar terbesar juga memiliki potensi yang besar.
           Maka berangkat dari permasalahan di atas melalui essay ini penulis ingin memberikan solusi dengan mengambil daerah percontohan Payakumbuh, Sumatra Barat dengan alasan bahwa saat ini tercatat Kota Payakumbuh memiliki 37 Industri Kecil Menengah (IKM) rendang yang sudah berproduksi untuk mewujudkan branding Payakumbuh city of Rendang. Sebagaimana yang dilansir dari republika bahwa informasi dari konsulat jendral RI di Chicago, pasca acara I Heart Halal  di kota besar negara bagian Illionis pada tanggal 13-15 April 2018, banyak permintaan ekspor untuk rendang ke berbagai negara. Dan bahkan rendang telah menembus pasar amirika serikat. Didukung dengan keinginan pemerintah untuk menjadikan Sumatra Barat sebagai salah satu pusat industri halal di Indonesia, dimana hal ini selaras dengan selogan yang telah dikenal di daerah ini “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, yang artinya adat kebiasaan masyarakat daerah ini berasal dari syarak atau sesuai dengan prinsip-prinsip islam, dan syarak itu sumbernya tidak lain selain Al Qur’an dan Hadis. Oleh sebab itu melalui industri makanan halal rendang tersebut penulis memeberikan solusi untuk mengunakan metode penta helix untuk pembenahan supply chain makanan dalam hal ini rendang untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri makanan halal didunai.
           Sebelumnya perlu dipahami mengenai spply chain atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan rantai pasok. Rantai Pasok adalah suatu item kegiatan atau jaringan kerjasama pengadaan barang atau jasa yang berkerja sama dan saling terkait satu sama lain untuk membuat dan menyalurkan barang atau jasa. Jadi bisa disimpulkan bahwa supply chain mengartikan bahwa sebuah proses produksi brang dan jasa dari hulu ke hilir Sedangkan metode penta helix merupakan kolaborasi 5 unsur subjek atau stakeholder yakni Academician (Akademisi), Business (pelaku industry), Community (komunitas), Government (pemerintah) dan Media.



Sitem Kerja Penta helix Pada Supply Chain Industri Rendang Daerah Percontohan Payakubuh

Gambar 1 ilustrasi oleh penulis

                Pada gambar diatas menjelaskan tentang bagaimana penta helix berperan pada supply chain akan dijelaskan sebagai berikut :

  • Tidak jauh dari daerah Payakumbuh sekitar 1,5 Km terdapat daerah yang disebut dengan Padang Mengateh yakni tempat peternakan sekaligus pemotongan sapi yang biasa didistribusikan keseluruh penjuru di Indonesia, maka ini dapat dijadikan sebagai sumber pasokan daging sebagai bahan utama pembuatan rendang.

  • Selanjutnya Tim Manajemen Halal bertugas untuk memastikan segala proses dijamin halal mulai dari pemotongan hewan, fasilitas yang digunakan, ruang penyimpanan bahan baku dengan ruang pencucian perlu dipisah. Selain itu, ruang sampling untuk material yang berasal dari hewan dan non hewan juga perlu dipisah. sampai siap untuk didistribusikan serta tim ini akan bertugas untuk mengatur segala hal yang terkait dengan kehalalan produk. Karena tim ini memiliki kewenangan untuk menyusun, mengelola dan mengevaluasi Sistem Jaminan Halal (SJH) yang terdiri dari semua yang terlibat dalam aktivitas tersebut. Pada tim ini tentunya ada staf ahli dalam bidang ini.

  • Kemudian para pelaku industri diberikan Training dan Edukasi. training atau pelatihan yang dilakukan bisa meliputi pembuatan SOP (Standard Operating Procedure) pelatihan SJH mencakup evaluasi kelulusan, kemudian training eksternal ke LPPOM MUI untuk perwakilan Tim Manajemen Halal, kemudian training internal untuk semua personil yang terlibat dalam implementasi SJH, serta edukasi terkait SJH yang berkaitan dengan perusahaan. Agar semua stakeholder yang terkait faham. Dalam hal ini tentunya yang bertugas adalah para akademisi yang paham dalam bidang ini.

  • Internal Audit. Di antara hal-hal yang perlu dilakukan adalah dengan membuat prosedur dan checklist audit yang dilakukan setiap enam bulan sekali. Kemudian hasil audit tersebut disampaikan ke LPPOM MUI melalui CEROL (layanan sertifikasi halal online) serta tim manajemen halal, auditor, auditee, dan manajemen. Audit internal melakukan hal ini karena resikonya terlalu besar kalu telah lepas ke pasar.

  • Management Review yang pelaksanaannya dapat diintegrasikan dengan sistem lain. Management Review ini akan dilakukan setiap 6 bulan sekali dengan dihadiri oleh Top Management, kemudian hasilnya disampaikan kepada pihak yang bertanggung jawab untuk semua aktivitas.

  • Maka daging yang berada di Padang Mengateh yang telah dijamin kehalalannya didistribusikan kepada komuniatas kampong rendang Payakumbuh, Sumatra Barat.

  • Maka yang terakhir adalah tugas media untuk mempromosikan keseluruh penjuru dunia agar rendang dapat mengelobal.

Begitulah seterusnya sampai rendang yang telah siap untuk didistribusikan dan dikomsumsi telah dijamin kehalalannya. Maka dari hulu kehilir sudah pasti halal dan terintegrasi. 

Penutup
a.      Kesimpulan
Oleh karena itu Melihat ambisi Indonesia untuk menjadi pusat industri halal dunia dengan berbagai potensi dan tantangan yang dimiliki metode penta helix untuk membenahi supply chain pada produksi rendang di daerah Payakumbuh, Sumatra Barat diharapkan mampu sebagai solusi, karena jika proses ini dijalankan dengan baik dan semua stakeholder mendukung serta menjalankan tugasnya masing-masing bukan tidak mungkin lagi Indonesia dapat dipastikan akan menjadi pusat industri halal dunia.

b.      Saran
Pemerintah sekiranya dapat menerapkan metode penta helix ini dalam pembenahan supply chain industri halal di berbagai daerah yang menjadi pusat industri halal di Indonesia.



#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara
#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara
#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara

DAFTR PUSTAKA

Alrence, Rowena,Rolou. "the penta helix model of innovation in oman:An heil Perspective." Interdisplinary journal of information,knowladge,and management volume12,2017, 2017: 16.
hayati, Enty nur. "supply chain management (scm)dan logistic management." jurnal dinamika teknik,vol 8 no 1 januari 2014, januari 2014: 10.
Keely.L, Dale S.Rogers. "the supply chain management proses." The Internasional journal of logistic Management, 2001: 14.
lu, Dr.Dewai. fundamentals of supply chain management. london : ventus publishing Aps, september 2011.
M.hilman, Fsetiadi,I.Sarika,J,budiasto,dan R.Alfian. "supply chain management berbasis layanan :desain dan implementasi prototip sistem." journal of information sistem,volume 8,Issue2, oktober 2012: 10.
Masul, Mila Falma. "pariwisata syariah:suatu konsep kepercayaan dan nilai budaya lokal didaerah pedalaman pilubang,payakumbuh,sumatra barat." the massenger,volume 9,Nomor 1,Edisi januari 2017, 2017: 12.
Maulani, Febian. "sturtur rantai pasok kontruksi pada pekerjaan jembatan ." jurnar rekayasa sipil, 2010: 10.
Praswati, Alfit Nuryulia. "perkembangan model helix dalam peningkatan inovasi." seminar Nasional Riset Management & bisnis . surakarta: prosidding, 2017. 16.
putra, yudha maggala p. republika co.id. april kamis, 2018. http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/kuliner/18/04/19/p7/foiu284-banyak-permintaan-ekspor-untuk-rendang (accessed february 2019).
ramadhani, Sri essa. "gambaran umum perekonomiaan kota pay kumbuh." universitas Indonesia, 2010: 18.
Regina. "tradisi morosok dalam transaksi jual beli ternak dipasar ternak kota payakumbuhsumatra barat." jom FISIP VOLUME 4 No 2, oktober 2017: 15.
Riandi, Ahmad. "manajemen pakan dan performa sapi di BPTU-HPT PADANG." UPT.perpustakaan unsiah, 2016: 6.
syafrida. "sertifikasi halal pada produk makanan dan minuman memberikan perlindungan dan kepastian hukum dan hak-hak konsumen muslim." ADIL;Jurnal vol.7 No 2, 2018: 16.
Ting, Eric. "introduction to supply chain management ." National taiwan ocean university , 2006: 19.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar