Kamis, 26 Desember 2019

Peluang Pemuda dalam Meningkatkan Literasi Keuangan melalui Kolaborasi guna Menuju Indonesia Sejahtera


Peluang Pemuda dalam Meningkatkan Literasi Keuangan melalui Kolaborasi guna Menuju Indonesia Sejahtera
Oleh : Hidayatul Azqia (Institut Tazkia)
            Pemuda merupakan aset terbesar yang dimilki oleh Indonesia saat ini, dan tentunya sangat berarti untuk kemajuan bangsa di masa depan. Berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) 63,82 Juta penduduk Indonesia adalah pemuda, hampir seperempat penduduk Indonesia (24,15 %).[1] Bahkan diperkirakan pada tahun 2045 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, sehingga jumlah usia produktif lebih besar dibandingkan jumlah penduduk tidak produktif, dengan perbandingan 70% berbanding 30%.[2] Mengingat banyaknya jumlah pemuda tentunya ini merupakan peluang yang besar untuk kemajuan pembangunan di berbagai sektor di Indonesia, termasuk di sektor keuangan diharapkan para pemuda menjadi garda terdepan dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang mumpuni di masa depan.
            Mengingat tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia masih berada pada angka 29,7% dan 67,8% secara berurutan, hal ini mengartikan bahwa setengah dari pengguna layanan keuangan formal tidak paham betul terhadap apa yang mereka gunakan, dan masih ada 32,2% masyarakat Indonesia yang sama sekali belum memilki pengetahuan dan kecakapan financial.[3] Maka sangat dibutuhkan peran pemuda dalam hal ini, mengingat sebagian besar dari mereka adalah kalangan terpelajar. Selain itu, berdasarkan hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan OJK tahun 2016, menunjukkan bahwa pemuda berusia 18-35 tahun memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya secara nasional. Oleh sebab itu dibutuhkan kolaborasi di antara kalangan pemuda guna mewujudkan target tingkat inklusi keuangan 75% pada akhir 2019 berdasakan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).
            Dengan kolaborasi antara pemuda, khususnya para mahasiswa di berbagai kampus di Indonesia akan mempermudah target pencapaian Strategi Nasional Keuangan Inklusif, mengingat bahwa para pemuda memilki banyak komunitas yang tentunya akan membuat hal tersebut semakin mudah. Selain itu para pemuda juga sebagain besar paham teknologi.[4] Sehingga bersama komunitas mereka dapat terjun langsung ke masyarakat, melakukan kampanye nasional literasi keuangan dengan berbagai cara seperti di acara CFD (Car free Day) maupun menggunakan KTT (Kaos, Totebag dan Tumblr) serta dengan teknologi yang mereka milki, seperti smartphone yang telah ada di genggaman, dapat digunakan untuk memberikan edukasi, melalui konten kreatif di sosial media, tulisan di berbagai media elektronik dan tentunya dapat melakukan kampanye dan literasi digital tentang literasi keuangan, karena para pemuda telah benar-benar paham dengan semua ini. Literasi keuangan sangat penting untuk membantu Indonesia mewujudkan cita-cita bangsa yakni kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
            Literasi keuangan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia seperti:
  1. Mampu memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan; memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik.
2.      Terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas.
3.      Mendapatkan pemahaman mengenai manfaat dan risiko produk dan layanan jasa keuangan
Selain itu literasi keuangan juga memberikan manfaat yang besar terhadap sektor jasa keuangan. Lembaga keuangan dan masyarakat saling membutuhkan satu sama lain sehingga semakin tinggi tingkat literasi keuangan masyarakat, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.
            Oleh sebab itu pemuda memilki peluang yang sangat besar dalam membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui literasi keuangan dengan melakukan kolaborasi dalam komunitas di berbagai kampus Indonesia serta dengan memanfaatkan teknologi yang ada.



#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara



#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara
#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara


[1] BPS, Statistik Pemuda Indonesia 2018
[2] LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)
[3] OJK, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2016
[4] Global Islamic Finance Report 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar