Kamis, 26 Desember 2019

Literasi Keuangan Sebagai Pintu Gerbang Menuju Kekayaan



Literasi Keuangan Sebagai Pintu Gerbang Menuju Kekayaan
Oleh: Hidayatul Azqia
            Sehari-hari kita pasti tidak lepas dengan yang namanya uang, karena uang dijadikan sebagai alat transaksi untuk keberlangsungan hidup setiap orang, selain itu jumlah uang yang dimilki seseorang dijadikan sebagai lambang kekayaan, semakin banyak jumlah uang yang dimiliki dapat disebut semakin kaya pula seseorang itu, begitu pula sebaliknya. Setiap orang di dunia secara fitrah pasti ingin menjadi kaya untuk memenuhi kebutuhan di dunia dan bahkan dengan kekayaan ini pula dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan di akhirat. Ternya sebagai umat islam kita harus kaya, kenapa harus kaya?
Pertama, terkait dengan Rukun Islam. Dari lima ketentuan di dalamnya, hanya dua yang tidak memerlukan dukungan finansial, yakni mengucapkan dua kalimat syahadat dan shalat lima waktu. Puasa butuh uang, zakat apalagi, haji lebih-lebih. Jadi sejak awal islam menganjurkan umatnya untuk kaya. Kedua Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda bahwa “Tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah.” Berarti islam bukan agama yang anti-uang karena dengan uang Anda dapat berbagi dengan sesama. Ketiga, meninjau dari periodisasi hidup Rasulullah SAW sendiri, Nabi Muhammad SAW sejak bayi hingga 12 tahun hidup sebagai kanak-kanak. Kemudian, pada usia 12 tahun Nabi SAW ikut pamannya berniaga ke Suriah. Maka pada usia 17 tahun, Rasulullah SAW mendirikan perusahaan sendiri dalam bidang distribusi. Salah satu pelanggan beliau adalah Khadijah, yang kemudian beliau lamar menjadi istri pertama, tahukah Anda, mas kawin yang diberikan oleh Rasulullah SAW adalah 20 ekor unta merah, yang merupakan jenis unta terbaik. Jika dikira-kirakan pada masa sekarang maka Nabi SAW melamar Khadijah dengan 20 unit mobil mewah. Menginjak usia 37 tahun, Nabi SAW menjadi saudagar yang kaya raya. Dari cerita ini jelas Rasulullah merupakan orang yang sangat kaya raya yang mengartikan bahwa rasulullah mencontohkan bahwa umat islam harus kaya. Jika pada zaman SD dulu kita sering  diceritakan sosok seorang Muhammad yang miskin, bahkan tidur menggunakan pelepah kurma, ternya itu karena pada saat itu beliau dalam perjalanan hijrah. Namun aslinya beliau merupakan sudagar muslim yang kaya raya. Tidak hanya Rasulullah Kekayaan Umar bin Khattab radhiya Allahu anhu pada saat meninggal sebesar Rp 11,2 triliun. Data diambil dari Kitab al-Fiqh al-Iqtishadi Li Umar Ibn al-Khaththab, halaman 44 dan halaman 99. Ini dihitung dengan nilai konversi 1 dinar sama dengan Rp 2,5 juta.” Selain Umar, lanjut dia, ada Utsman bin Affan, Amr bin Ash, Zubair bin Awam, dan Abdurrahman bin Auf. Kelimanya merupakan sahabat Nabi SAW yang dijamin masuk surga. (Rizqa, 2016) sudah jelas bukan bahwa tokoh-tokoh dalam islam pun banyak yang kaya raya.
Alquran sendiri melarang orang Islam untuk meninggalkan anak cucunya dalam keadaan miskin. Hal ini merujuk pada Quran Surah an-Nisa ayat 9. Dengan begitu sudah jelas bahwa islam memerintahkan umatnya untuk kaya, Berarti pendapat yang sering kita dengar “Jangan Kaya-kaya nanti susah masuk syurga” itu pendapat yang kurang tepat Rasulullah sendiri masuk syurga trakhir. Kemudian Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu’anhu beliau berkata: Sungguh aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah Ta’ala (mengharapkan wajah-Nya) maka Allah akan membangunkan baginya rumah (istana) di Surga”. (Taslim, 2015) Membangun  masjid membutuhkan uang tidak? Pastinya butuh uang yang banyak, berarti dengan kita menjadi kaya kita bisa boking rumah duluan di syurga. Memang harta tidak dibawa mati, namun harta dapat menyelamatkan kematian.
Lalu muncul pertanya kalo begitu bagaimana caraya menjadi seseorang yang kaya? Caranya sangat banyak namun penulis dapat mengatakan bahwa pintu gerbang untuk menuju kekayaan itu semuanya berawal dari Literasi Keuangan. Literasi keuangan merupakan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan. (Otoritas Jasa Keuangan, 2017). Berdasarkan data survei OJK pada tahun 2016 mencatat tingkat literasi keuangan Indonesia hanya sebesar 29,7%. Artinya dari 100 orang baru sekitar 30 orang yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan yang memadai mengenai produk dan layanan keuangan (well literate). Dengan kondisi seperti ini, ditengarai masyarakat Indonesia belum sepenuhnya memiliki pengetahuan yang cukup mengenai bagaimana mengoptimalkan uang untuk kegiatan yang produktif. Di samping itu, masyarakat juga belum memahami dengan baik berbagai produk dan layanan jasa keuangan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan formal dan lebih tertarik pada tawaran-tawaran investasi lain yang berpotensi merugikan mereka. (Sulaiman, 2019) Pantas saja tingkat kemiskinan di Indonesia masih tinggi karena tingkat literasi keuanganya masih rendah.

 Dalam literasi keuangan itu sebenarnya ada aspek apa saja? Mari kita kaji bersama aspek apa saja yang dapat kita keteahui dengan mengetahui literasi keuangan.

Aspek-Aspek Literasi Keuangan

Menurut Chen dan Volpe, literasi keuangan terbagi menjadi empat aspek, diantaranya yaitu:
  • Pemahaman beberapa hal yang berkaitan dengan pengetahuan dasar tentang keuangan pribadi.
  • Savings and borrowing (tabungan dan pinjaman), ini meliputi pengetahuan yang berkaitan dengan tabungan dan pinjaman seperti penggunaan kartu kredit.
  • Insurance (asuransi), ini meliputi pengetahuan dasar asuransi dan produk asuransi seperti asuransi jiwa dan asuransi kendaraan bermotor.
  • Investment (investasi), ini meliputi pengetahuan mengenai suku bunga pasar, reksadana, dan risiko investasi.
Sedangkan Menurut Nababan dan Sadalia terdapat 5 (lima) aspek literasi keuangan, diantaranya yaitu:

Basic Personal Finance
Basic Personal Finance mencakup berbagai pemahaman dasar seseorang dalam suatu sistem keuangan seperti perhitungan bunga sederhana, bunga majemuk, inflasi, opportunity cost, nilai waktu, likuiditas aset dan lain sebagainya. Dalam ekonomi syariah segala yang berbunga kita sebut dengan bagi hasil.
Money Management (Pengelolaan Uang)
Money management mempelajari bagaimana seorang individu mengelola uang pribadi mereka. Semakin banyak pemahaman mengenai financial literacy maka semakin baik pula individu tersebut dalam mengelola uang pribadi mereka.
Credit and debt management
Manajemen perkreditan adalah suatu rangkaian kegiatan dan komponen yang saling berhubungan satu sama lain secara sistematis dalam proses pengumpulan dan penyajian informasi perkreditan suatu bank.
Saving and investment
Tabungan (saving) merupakan bagian pendapatan masyarakat yang tidak dipergunakan untuk kegiatan konsumsi, sedangkan bagian tabungan yang dipergunakan untuk kegiatan ekonomi (menghasilkan barang dan jasa) yang menguntungkan disebut dengan investasi (investment).
Risk management
Risiko adalah sesuatu yang muncul akibat adanya suatu ketidakpastian. Tujuan manajemen risiko yaitu untuk mengelola risiko sehingga kerugian yang dialami bisa diminimalisir atau keuntungan yang akan diperoleh bisa dioptimalkan. (Team pelajaran.co.id, 2018)
            Nah semua itu penting utuk kita ketahui supaya kita terhindar dari yang namanya penipuan, karena jika Anda tidak memiliki pengetahuan tentang keuangan bisa saja Anda yang saat itu kaya raya menjadi jatuh miskin tiba-tiba karena banyak hal yang terkait pengetahuan keuangan yang tidak anda ketahui contohnya, anda memiliki kekayaan yang banyak tapi tidak pernah bayar pajak karena tidak tahu bagaimana cara membayarnya, kemudian petugas pajak mengetahui bahwa Anda punya kekayaan banyak tapi ternyata anda tidak pernah bayar pajak, anda akan dikenakan denda yang berlipat-lipat, oleh karena itu jika penghasilan kalian telah mencapai 54 Juta anda harus mulai mencari tahu bagaimana peraturan perpajakan, cara membayar dan lain sebagainya. Lalu kemungkinan yang terjadi juga jika Anda tidak memiliki pengethaun tentang keuangan kemungkinan untuk ditipu orang lain dalam sektor bisnis dan keuangan Anda sangat besar. Contohnya suatu saat nanti tiba-tiba ada orang datang menawarkan Anda untuk investasi dengan menjanjikan return atau hasil sebesar 100%-200% dalam setahun, nah supaya Anda tahu bagaimana mempertimbangkan antara risk (resiko) dan return itu butuh literasi keungan.
            Manfaat selanjutnya yang anda dapatkan dengan literasi keuangan anda dapat megenal produk-produk dalam industri keuangan serta alternatif-alternatif apa saja yang dapat digunakan untuk investasi seperti, deposito, saham, reksa dana, sukuk, obligasi, dan masih banyak lagi produk direvatif-direvatif lainnya. Dengan literasi keuangan ini Anda dapat meningkatkan kekayaan Anda dan lebih krennya lagi anda dapat menjadi pahlawan bangsa untuk turut serta membantu Negara membangun bangsa ini melalui instrumen-instrumen investasi tersebut. Seperti anda dapat membeli surat-surat berharga Negara misalnya sukuk dan obligasi Negara dengan begitu Anda telah membantu Negara dari belengu hutang luar negeri. Maka dengan begitu juga berarti anda telah membantu pertumbuhan ekonomi di Negara kita berjalan dengan lancar. Tentunya masih banyak lagi manfaat yang lainya yang tidak dapat penulis bahas semuanya pada kesempatan kali ini.
            Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa salah satu penyebab orang miskin dari beberapa penyebab lainnya adalah karena literasi keuangan yang tidak memadai, tidak mengetahui bagaimana cara memanfaatkan pembiyaan untuk menghasilkan produk yang produktif, tidak mengetahui bagaimana cara perencanaan keuangan yang tepat dan tidak mengetahui bagaimana cara mengakses layanan keuangan yang terpercaya, oleh karena itu sekali lagi saya dapat mengatakan bahwa dengan anda mengetahui literasi keuangan berarti anda tela masuk ke pintu gerbang menuju kekayaan.

Referensi:
Otoritas Jasa Keuangan. (2017). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (Revisit 2107). Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.
Rizqa, H. (2016, Desember 24). Khazanah. Retrieved November 8, 2019, from Republika.co.id: https://www.republika.co.id/berita/duniaislam/islamnusantara /16/12/24/oiomb73-tiga-alasan-orang-islam-wajib-kaya
Sulaiman, F. (2019, Maret 21). Kabar Finansial. Retrieved November 8, 2019, from Warta ekonomi.co.id: https://www.wartaekonomi.co.id/read220393/apa-itu-literasi-keuangan.html
Taslim, A. (2015, Desember 13). Hadits. Retrieved November 8, 2019, from muslim.or.id: https://muslim.or.id/27087-keutamaan-membangun-masjid-dengan-niat-yang-ikhlas.html
Team pelajaran.co.id. (2018, Mei 25). Ekonomi. Retrieved November 8, 2019, from Pelajaran.co.id: https://www.pelajaran.co.id/2018/25/pengertian-manfaat-tingkat-aspek-dan-indikator-literasi-keuangan.html

#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara

#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara
#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara
#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara



Tidak ada komentar:

Posting Komentar