Literasi Keuangan Sebagai Pintu Gerbang Menuju Kekayaan
Oleh: Hidayatul Azqia
Sehari-hari
kita pasti tidak lepas dengan yang namanya uang, karena uang dijadikan sebagai
alat transaksi untuk keberlangsungan hidup setiap orang, selain itu
jumlah uang yang dimilki seseorang dijadikan sebagai lambang kekayaan, semakin
banyak jumlah uang yang dimiliki dapat disebut semakin kaya pula seseorang itu,
begitu pula sebaliknya. Setiap orang di dunia secara fitrah pasti ingin menjadi
kaya untuk memenuhi kebutuhan di dunia dan bahkan dengan kekayaan ini pula
dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan di akhirat. Ternya sebagai umat islam
kita harus kaya, kenapa harus kaya?
Pertama, terkait dengan Rukun Islam. Dari lima ketentuan di dalamnya,
hanya dua yang tidak memerlukan dukungan finansial, yakni mengucapkan dua
kalimat syahadat dan shalat lima waktu. Puasa butuh uang, zakat apalagi, haji
lebih-lebih. Jadi sejak awal islam menganjurkan umatnya untuk kaya. Kedua Nabi
Muhammad SAW juga pernah bersabda bahwa “Tangan di atas lebih mulia daripada
tangan di bawah.” Berarti islam bukan agama yang anti-uang karena dengan uang
Anda dapat berbagi dengan sesama. Ketiga, meninjau dari periodisasi
hidup Rasulullah SAW sendiri, Nabi Muhammad SAW sejak bayi hingga 12 tahun
hidup sebagai kanak-kanak. Kemudian, pada usia 12 tahun Nabi SAW ikut pamannya
berniaga ke Suriah. Maka pada usia 17 tahun, Rasulullah SAW mendirikan
perusahaan sendiri dalam bidang distribusi. Salah satu pelanggan beliau adalah
Khadijah, yang kemudian beliau lamar menjadi istri pertama, tahukah Anda, mas
kawin yang diberikan oleh Rasulullah SAW adalah 20 ekor unta merah, yang
merupakan jenis unta terbaik. Jika dikira-kirakan pada masa sekarang maka Nabi
SAW melamar Khadijah dengan 20 unit mobil mewah. Menginjak usia 37 tahun, Nabi
SAW menjadi saudagar yang kaya raya. Dari cerita ini jelas Rasulullah merupakan
orang yang sangat kaya raya yang mengartikan bahwa rasulullah mencontohkan
bahwa umat islam harus kaya. Jika pada zaman SD dulu kita sering diceritakan sosok seorang Muhammad yang
miskin, bahkan tidur menggunakan pelepah kurma, ternya itu karena pada saat itu
beliau dalam perjalanan hijrah. Namun aslinya beliau merupakan sudagar muslim
yang kaya raya. Tidak hanya Rasulullah Kekayaan Umar bin Khattab radhiya
Allahu anhu pada saat meninggal sebesar Rp 11,2 triliun. Data
diambil dari Kitab al-Fiqh al-Iqtishadi Li Umar Ibn al-Khaththab,
halaman 44 dan halaman 99. Ini dihitung dengan nilai konversi 1 dinar sama dengan
Rp 2,5 juta.” Selain Umar, lanjut dia, ada Utsman bin Affan, Amr bin Ash,
Zubair bin Awam, dan Abdurrahman bin Auf. Kelimanya merupakan sahabat Nabi SAW
yang dijamin masuk surga. (Rizqa, 2016)
sudah jelas bukan bahwa tokoh-tokoh dalam islam pun banyak yang kaya raya.
Alquran
sendiri melarang orang Islam untuk meninggalkan anak cucunya dalam keadaan
miskin. Hal ini merujuk pada Quran Surah an-Nisa ayat 9. Dengan begitu sudah
jelas bahwa islam memerintahkan umatnya untuk kaya, Berarti pendapat yang
sering kita dengar “Jangan Kaya-kaya nanti susah masuk syurga” itu pendapat
yang kurang tepat Rasulullah sendiri masuk syurga trakhir. Kemudian Dari
‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu’anhu beliau berkata: Sungguh aku pernah
mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa
yang membangun masjid karena Allah Ta’ala (mengharapkan wajah-Nya) maka
Allah akan membangunkan baginya rumah (istana) di Surga”. (Taslim, 2015) Membangun masjid membutuhkan uang tidak? Pastinya butuh
uang yang banyak, berarti dengan kita menjadi kaya kita bisa boking rumah
duluan di syurga. Memang harta tidak dibawa mati, namun harta dapat
menyelamatkan kematian.
Lalu muncul pertanya kalo begitu
bagaimana caraya menjadi seseorang yang kaya? Caranya sangat banyak namun
penulis dapat mengatakan bahwa pintu gerbang untuk menuju kekayaan itu semuanya
berawal dari Literasi Keuangan. Literasi keuangan merupakan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang
mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan
keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan. (Otoritas Jasa
Keuangan, 2017).
Berdasarkan data survei OJK pada tahun 2016 mencatat tingkat literasi keuangan
Indonesia hanya sebesar 29,7%. Artinya dari 100 orang baru sekitar 30 orang
yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan yang memadai mengenai
produk dan layanan keuangan (well literate). Dengan kondisi
seperti ini, ditengarai masyarakat Indonesia belum sepenuhnya memiliki
pengetahuan yang cukup mengenai bagaimana mengoptimalkan uang untuk kegiatan
yang produktif. Di samping itu, masyarakat juga belum memahami dengan baik
berbagai produk dan layanan jasa keuangan yang ditawarkan oleh lembaga jasa
keuangan formal dan lebih tertarik pada tawaran-tawaran investasi lain yang
berpotensi merugikan mereka. (Sulaiman, 2019) Pantas saja tingkat kemiskinan di Indonesia
masih tinggi karena tingkat literasi keuanganya masih rendah.
Dalam literasi keuangan itu sebenarnya ada aspek apa saja? Mari kita kaji bersama aspek apa saja yang dapat kita keteahui dengan mengetahui literasi keuangan.
Aspek-Aspek Literasi Keuangan
Menurut Chen dan
Volpe, literasi keuangan terbagi menjadi empat aspek, diantaranya yaitu:
- Pemahaman beberapa hal yang berkaitan dengan pengetahuan dasar tentang keuangan pribadi.
- Savings and borrowing (tabungan dan pinjaman), ini meliputi pengetahuan yang berkaitan dengan tabungan dan pinjaman seperti penggunaan kartu kredit.
- Insurance (asuransi), ini meliputi pengetahuan dasar asuransi dan produk asuransi seperti asuransi jiwa dan asuransi kendaraan bermotor.
- Investment (investasi), ini meliputi pengetahuan mengenai suku bunga pasar, reksadana, dan risiko investasi.
Sedangkan Menurut
Nababan dan Sadalia terdapat 5 (lima) aspek literasi keuangan, diantaranya
yaitu:
Basic Personal
Finance
Basic Personal
Finance
mencakup berbagai pemahaman dasar seseorang dalam suatu sistem keuangan seperti
perhitungan bunga sederhana, bunga majemuk, inflasi, opportunity cost, nilai
waktu, likuiditas aset dan lain sebagainya. Dalam ekonomi syariah segala yang
berbunga kita sebut dengan bagi hasil.
Money
Management (Pengelolaan Uang)
Money
management
mempelajari bagaimana seorang individu mengelola uang pribadi mereka. Semakin
banyak pemahaman mengenai financial literacy maka semakin baik pula
individu tersebut dalam mengelola uang pribadi mereka.
Credit and debt
management
Manajemen
perkreditan adalah suatu rangkaian kegiatan dan komponen yang saling
berhubungan satu sama lain secara sistematis dalam proses pengumpulan dan
penyajian informasi perkreditan suatu bank.
Saving and
investment
Tabungan
(saving) merupakan bagian pendapatan masyarakat yang tidak dipergunakan untuk
kegiatan konsumsi, sedangkan bagian tabungan yang dipergunakan untuk kegiatan
ekonomi (menghasilkan barang dan jasa) yang menguntungkan disebut dengan
investasi (investment).
Risk management
Risiko adalah
sesuatu yang muncul akibat adanya suatu ketidakpastian. Tujuan manajemen risiko
yaitu untuk mengelola risiko sehingga kerugian yang dialami bisa diminimalisir
atau keuntungan yang akan diperoleh bisa dioptimalkan. (Team
pelajaran.co.id, 2018)
Nah semua itu
penting utuk kita ketahui supaya kita terhindar dari yang namanya penipuan,
karena jika Anda tidak memiliki pengetahuan tentang keuangan bisa saja Anda
yang saat itu kaya raya menjadi jatuh miskin tiba-tiba karena banyak hal yang
terkait pengetahuan keuangan yang tidak anda ketahui contohnya, anda memiliki
kekayaan yang banyak tapi tidak pernah bayar pajak karena tidak tahu bagaimana
cara membayarnya, kemudian petugas pajak mengetahui bahwa Anda punya kekayaan
banyak tapi ternyata anda tidak pernah bayar pajak, anda akan dikenakan denda
yang berlipat-lipat, oleh karena itu jika penghasilan kalian telah mencapai 54
Juta anda harus mulai mencari tahu bagaimana peraturan perpajakan, cara
membayar dan lain sebagainya. Lalu kemungkinan yang terjadi juga jika Anda
tidak memiliki pengethaun tentang keuangan kemungkinan untuk ditipu orang lain dalam
sektor bisnis dan keuangan Anda sangat besar. Contohnya suatu saat nanti
tiba-tiba ada orang datang menawarkan Anda untuk investasi dengan menjanjikan return
atau hasil sebesar 100%-200% dalam setahun, nah supaya Anda tahu bagaimana
mempertimbangkan antara risk (resiko) dan return itu butuh
literasi keungan.
Manfaat
selanjutnya yang anda dapatkan dengan literasi keuangan anda dapat megenal
produk-produk dalam industri keuangan serta alternatif-alternatif apa saja yang
dapat digunakan untuk investasi seperti, deposito, saham, reksa dana, sukuk,
obligasi, dan masih banyak lagi produk direvatif-direvatif lainnya. Dengan
literasi keuangan ini Anda dapat meningkatkan kekayaan Anda dan lebih krennya
lagi anda dapat menjadi pahlawan bangsa untuk turut serta membantu Negara
membangun bangsa ini melalui instrumen-instrumen investasi tersebut. Seperti
anda dapat membeli surat-surat berharga Negara misalnya sukuk dan obligasi Negara
dengan begitu Anda telah membantu Negara dari belengu hutang luar negeri. Maka
dengan begitu juga berarti anda telah membantu pertumbuhan ekonomi di Negara
kita berjalan dengan lancar. Tentunya masih banyak lagi manfaat yang lainya
yang tidak dapat penulis bahas semuanya pada kesempatan kali ini.
Dari pemaparan di
atas dapat disimpulkan bahwa salah satu penyebab orang miskin dari beberapa
penyebab lainnya adalah karena literasi keuangan yang tidak memadai, tidak
mengetahui bagaimana cara memanfaatkan pembiyaan untuk menghasilkan produk yang
produktif, tidak mengetahui bagaimana cara perencanaan keuangan yang tepat dan
tidak mengetahui bagaimana cara mengakses layanan keuangan yang terpercaya,
oleh karena itu sekali lagi saya dapat mengatakan bahwa dengan anda mengetahui
literasi keuangan berarti anda tela masuk ke pintu gerbang menuju kekayaan.
Referensi:
Otoritas Jasa Keuangan. (2017). Strategi
Nasional Literasi Keuangan Indonesia (Revisit 2107). Jakarta: Otoritas Jasa
Keuangan.
Rizqa, H. (2016, Desember 24). Khazanah. Retrieved November 8,
2019, from Republika.co.id: https://www.republika.co.id/berita/duniaislam/islamnusantara
/16/12/24/oiomb73-tiga-alasan-orang-islam-wajib-kaya
Sulaiman, F. (2019, Maret 21). Kabar Finansial. Retrieved November
8, 2019, from Warta ekonomi.co.id:
https://www.wartaekonomi.co.id/read220393/apa-itu-literasi-keuangan.html
Taslim, A. (2015, Desember 13). Hadits. Retrieved November 8, 2019,
from muslim.or.id: https://muslim.or.id/27087-keutamaan-membangun-masjid-dengan-niat-yang-ikhlas.html
Team pelajaran.co.id. (2018, Mei 25). Ekonomi. Retrieved November
8, 2019, from Pelajaran.co.id:
https://www.pelajaran.co.id/2018/25/pengertian-manfaat-tingkat-aspek-dan-indikator-literasi-keuangan.html
#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara
#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara
#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara
#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar