Kamis, 26 Desember 2019

MUSLIMAH IDEAL BAGI MILLENNIAL


MUSLIMAH IDEAL BAGI MILLENNIAL
Oleh: Evi Pebriana dan Hidayatul Azqia
Konsep muslimah inspiratif pernah di bahas dalam buku berjudul “The Perfect Muslimah” karya Ahmad Rifa’i Rif’an yang juga seorang penulis best seller Man Sabara Zafira. Buku yang terbit tahun 2012 tersebut bercerita tentang beragam kisah inspiratif muslimah dari berbagai latar belakang dan keunikannya. Menurut buku tersebut, muslimah yang ideal  ialah muslimah yang brilian otaknya, suci cintanya, luas pengaruhnya, indah akhlaknya, teduh parasnya, dan teguh imannya. Pertama, brilian  otaknya berarti berani untuk mencoba hal yang hebat atau baru. Kedua, suci cintanya yakni mencintai serta menghormati orang tua lebih dari apapun. Ketiga, luas pengaruhnya yakni berarti seorang muslimah tidak hanya dipersiapkan perkasa untuk dirinya sendiri namun juga untuk orang lain seperti menjadi teladan hebat bagi anak-anaknya. Keempat, Indah akhlaknya salah satunya yakni dengan belajar mandiri. Terakhir yakni teguh imannya, seorang muslimah yakin terhadap Zat yang maha penolong (Allah AWT), keyakinan itu membuat seorang muslimah dapat bertahan di lingkungan yang mungkin berat.
Seorang muslimah ideal yang dikisahkan dalam buku The Perfect Muslimah menjadi inspirasi bagi banyak kaum hawa. Seperti kisah seorang gadis yang memiliki pengaruh besar tidak hanya untuk dirinya sendiri namun juga orang-orang disekitarnya. Hidayatul Azqia, yah itulah nama terbaik yang diberikan orang tuanya. Gadis yang baru saja menginjak kepala dua itu lahir di Lombok tepatnya tanggal 2 Desember 1998. Putri dari bapak H.Al-Mazkur dan ibu Liliyani itu pertama kali mengenyam pendidikan formal di SDN 04 Masbagik, dilanjutkan dengan sekolah menengah pertama di MTs N Model Selong, serta sekolah menengah atas di MAN 1 Lombok Timur. Saat ini, Ia sedang menempuh pendidikan di kota hujan tepatnya di INSTITUT TAZKIA Bogor Sentul-City dengan beasiswa penuh dari pemerintah NTB. Azkia mengambil program studi Manajemen Bisnis Syariah setelah sebelumnya berjibaku dengan berbagai rintangan seperti terkendala restu dari orang tua dikarenakan keterbatasan biaya, namun dengan tekad dan kegigihan yang kuat Ia mampu meraih beasiswa dari pemerintah NTB. Prestasi yang membanggakan tersebut tidak didpatkan dengan mudah, namun prestasi tersebut Ia dapatkan dari kerja keras dan doa. Gadis berdarah Sasak itu memiliki minat organisasi yang tinggi, diantaranya Ia pernah menjadi ketua Forum Anak Lombok Timur pada tahun 2014-2017, sekertaris Badan Independen Mahasiswa Matrikulasi tahun 2017-201 8, wakil kepala divisi inovasi dan kajian Lombok Literaksi tahun 2018-2019, wakil ketua divisi Research and Devlopment KSEI Progres INSTITUT TAZKIA tahun 2018-sekarang. Selain itu, Azkia sapaan akrabnya juga memiliki segudang prestasi yang cukup gemilang di bangku sekolah hingga dunia perkuliahan. Diantaranya, peraih medali perak pada Olimpiade Ekonomi Nasional 201 6, pernah menjadi Duta Anak NTB 2015, Duta Sastra 2018, pemuda daerah berpengaruh dari Lombok Timur 2018, delegasi Indonesia pada Asia World Model United nations 201 9, juara 1 Jurnal 2018, juara 1 cerdas cermat ekonomi islam 2018, peraih penghargaan sebagai pemuda hebat Indonesia oleh Kementria Pemuda dan Olahraga 2019 dan masih banyak lagi prestasi yang di torehkan gadis yang suka memakai jilbap syar’i tersebut.
Kemampuannya dalam memenejemen antara akademik dan non akademik mengantarkan Ia berprestasi dalam kedua bidang tersebut. Salah satunya dalam bidang akademik Ia menjadi juara Umum di Man 1 Lombok Timur, tempat Ia banyak menimba ilmu dan menemukan orang-orang luar biasa yang mampu memotivasi semangatnya untuk terus maju. Seperti ketika Ia mendapatkan medali perak pada ajang KSM (Kompetisi Sains Madrasah Nasional), awalnya Ia adalah siswa jurusan agama akan tetapi Ia memiliki minat yang besar terhadap ekonomi terutama ekonomi berbasis syariah, dengan ketekunannya itu Ia mampu menggeser teman-temanya yang notabene jurusan ilmu sosial untuk kemudian mewakili NTB di ajang olimpiade nasional.
Menjadi anak pertama dari empat bersaudara, Ia lantas menjadi tulang punggung keluarga dengan membiayai adiknya yang baru saja menginjak sekolah menengah pertama. Sejak kecil Ia sudah memiliki jiwa pembisnis, terlihat dari kemampuannya berdagang kecil-kecilan saat masih duduk di bangku madrasah tsanawiyah (MTs), Ia tidak malu untuk menjual jilbab keliling, bubur, pensil, soto, baju persatuan, mukenah di sekolah. Ketika teman-teman seusianya asyik bermain dan belajar, Ia justru memikirkan bagaiamana cara mendapatkan uang untuk keperluan pribadi dan orang tua. Salah satu yang memacu semangatnya untuk menjadi pembisnis adalah keterbatasan ekonomi keluarga. Ayah yang notabene sebagai pedagang keliling baju bekas pun turut menggembleng karakternya untuk menjadi seorang yang percaya diri dalam memulai hal apapun, salah satunya berbisnis. Saat ini, Azkia sedang merambah dunia kuliner yakni dengan menggeluti usaha Sambal Raja Lombok yang Ia rintis sejak tahun 2018 lalu. Menjadi intelektual dan pengusaha internasional adalah mimpi terbesarnya. Ia meyakni bahwa dengan menjadi orang kaya, Ia akan lebih mudah untuk bersedekah menyumbangkan rezekinya untuk orang yang membutuhkan, karena salah satu tujuan Ia menjadi orang kaya adalah ingin bersedekah minimal dua juta perbulan.
Kisah tersebut dapat menjadi contoh muslimah ideal di masa depan. Seorang muslimah yang baik seharusnya memiliki jiwa pantang menyerah walaupun di tengah keterbatasan apapun itu, meyakini bahwa setiap orang yang berusaha pasti diberikan kemudahan. Semoga muslimah yang ada di seluruh dunia dapat memberikan inspirasi dan bermanfaat untuk orang-orang di sekitarnya, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.


#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara



#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara
#BESTAZKIA #instituttazkia #tazkiajuara



Tidak ada komentar:

Posting Komentar